Back To Home

Desain interior tradisional adalah sebuah gaya dekorasi rumah klasik yang hangat , nyaman dan familiar yang berasal dari tradisi masa lalu tanpa menjadi spesifik terhadap satu periode waktu tertentu. 

Apa Itu Desain Interior Tradisional?

Desain interior tradisional adalah sebuah gaya dekorasi rumah yang populer yang didasari oleh gaya Eropa abad ke 18 sampai 19 dan menjadi sebuah pengertian konvensional dari sebuah rumah seharusnya. 

Skema desain interior tradisional itu timeless, nyaman dan menyatu namun tidak berlebihan. Jenis perabotan furniture, bahan tekstil, warna palet dan dekorasi yang digunakan didalam ruangan yang didesain secara tradisional merujuk pada sejarah dan akrab ketimbang mengikuti trend. Sebagai contohnya, sebuah kamar tidur bergaya tradisional dapat diisi dengan warna yg netral; sebuah ukiran kayu atau dipan kasur dengan dengan sandaran kepala; meja nakas dan lampu yang senada; sebuah lemari berlaci; sebuah kursi dengan sandaran tangan dan bangku ottoman; dan mungkin sebuah lukisan pemandangan didindingnya.

Asal Dari Gaya Desain Interior Tradisional

Desain interior tradisional menyebar luas pada abad ke 20 seiring dengan berkembangnya wilayah pinggir pinggir kota setelah berakhirnya perang dan masyarakat mencari cara untuk meniru tradisi  desain interior Eropa dari abad 18 dan 19, terutama Inggris dan Perancis.

Desain interior tradisional berdiam dibelakang latar sementara era desain yang viral,trendy atau spesifik dengan jamannya datang dan pergi. Sementara para perancang Midcentury Modern memanfaatkan metode produksi yang baru dan lonjakan industri rumah hunian setelah perang berakhir untuk melahirkan produk produk perabotan furniture inovatif dan objek dalam rumah yang baru menggunakan bahan bahan baru, pecinta desain tradisional juga menggunakan metode produksi yang sama untuk mereproduksi kursi klasik Queen Anne dan lemari Chippendale highboys.

Banyak orang Amerika bertumbuh besar didalam sebuah rumah yang dapat dikarakteristikkan sebagai tradisional. Dan yang banyak orang rasakan didalam sebuah rumah dengan desain interior tradisional adalah tetap diperbarui dan nyaman untuk pola kehidupan modern. Tujuan dari rancangan ruang keluarga bergaya tradisional adalah tidak untuk menciptakan sebuah faktor yang wah namun untuk menyediakan sebuah landasan untuk kehidupan berkeluarga yang elegan, nyaman dan bersahaja. Jeleknya, sebuah ruangan berdesain tradisional bisa membosankan, terasa kuno dan kurang menginspirasi. 

Desain Tradisional Hari Ini

Hanya karena desain tradisional berakar pada tradisinya tidak berarti kalau kalian tidak perlu merubah atau berkreasi dengan waktu. Para generasi milenial telah memulai kebangkitan desain granny chic. Banyak rumah tradisional saat saat ini yang memanfaatkan elemen elemen modern seperti sebuah kitchen island berukuran besar dan desain ruangan open floor. Para perancang interior rumah hari ini sepertinya akan lebih banyak menambahkan perabotan kontemporer, warna warna yang lebih tegas, dan hiasan antik dan furniture jadul dan dekorasi untuk menciptakan sebuah nuansa bergaya klasik yang banyak disebut sebagai aliran tradisional baru. Sebuah penggabungan dari desain tradisional dan kontemporer yang disebut dengan gaya transisional tercipta menjadi sebuah kategori dekorasi interior. 

Perabotan furniture, dekorasi dan karya seni yang berakar dari desain Eropa terutama dari abad ke 18 sampai 19, terutama dari Inggris dan Perancis.

Desain didasari pada gaya terdahulu naun seringkali diberi sentuhan akhir menggunakan sedikit detil detil ornamen yang tidak terlampau mewah.

Ruangan ruangan diatur menjadi fungsional, ramah bagi setiap anggota keluarga dan nyaman.

Fokus pada simetri termasuk tata letak ruangan konvensional yang dibungkus fumgsi klasik dari sebuah ruangan; sepasang perabotan furniture dan objek seperti bangku dengan sandaran tangan atau lampu; dan arahkan menjadi harmonis ketimbang memenuhi ruangan dengan perabotan yang saling berdampingan sejajar dan kontras.

Ruangan interior rumah bisa diisi dengan elemen arsitektur tradisional seperti cetakan mahkota dan bingkai dinding.

Warna warna palet netral yang halus dengan sedikit pemakaian warna tegas.

Lantai dan mebel kayu yg cenderung lebih gelap. 

Permukaan dinding biasanya di cat dengan warna netral yang mati namun bisa juga menggunakan wallpaper bermotif tradisional seperti floral, garis garis atau damask.

Perabotan berbahan tekstil umumnya netral atau sedikit berpola sama seperti wallpaper dan mungkin menyertakan bahan katun tebal, wool, kain velvet, damask dan sutra.

Tips Mendekorasi Interior Rumah Bergaya Tradisional

Perhatikan denah tata letak perabotan furniture, prioritaskan simetri, arus trafik dan kekohesifan untuk membuat ruangan menjadi ramah dan mudah dipakai. 

Pilihlah warna warna palet netral seperti warna bumi yang lembut atau permata.

Cari perabotan yang cocok dan menyatu dengan harmonis dalam hal gaya dan warna, namun jangan pakai yang sama satu sama lainnya atau interior kalian akan berakhir terlihat seperti sebuah showroom furniture.

Sementara kalian mungkin akan menemukan perabotan furniture tradisional yang direproduksi ulang, jangan takut untuk memasukkan benda benda antik, perabotan kontemporer atau karya seni kuno yang harmonis dengan desain interior rumah kalian secara keseluruhan, ini untuk menambah dimensi.

Pasang lampu klasik versi kontemporer yang disederhanakan seperti lampu gantung, tempat lilin atau  lampu chandelier.

Karpet rug bergaya Persia kuno sangat cocok untuk menambah pola dan daya tarik dari sebuah ruangan tradisional; menambahkan sebuah karpet Turki yang warnanya mencolok disini bisa menambah sedikit ketajaman visual.

Pilihlah warna warna kayu yang hangat dan kaya serat seperti walnut untuk perabotan furniture dan warna yang bernada lebih gelap untuk lantai.

Jendela jendela rumah cenderung klasik dan berlapis, dengan tirai dan gorden jendela sederhana, namun interpretasi modern dari gaya desain tradisional cenderung menghilangkan kain gorden jendela yang jadul.

Pemakaian aksesoris tradisional seperti taplak meja, tempat lilin, alat makan perak, seperangkat piring china dan kain linen kuno, namun dalam cara penyusunan yang hati hati agar tidak keliatan berantakan atau usang .

Pertimbangkan gaya desain tradisional sebagai titik awal, ketimbang menjadi tujuan akhir, bebaskan diri kalian untuk mencampurkan elemen elemen non tradisional kedalamnya untuk menciptakan sebuah ruangan yang lebih personal dan tak terlupakan.

Jika membutuhkan jasa konsultasi desain interior dan dekorasi rumah, silahkan menghubungi kami melalui kontak yang ada dihalaman ini ( GRATIS! ).

WRITE COMMENTS

Demo Features