Back To Home
gambar google

Desain interior open floor sejak lama telah menjadi trend arsitektural yang dominan didalam industri konstruksi rumah hunian baru sejak sekitaran tahun 1990. Dan mereka telah menjadi tujuan utama dalam banyak proyek renovasi rumah rumah tua, dimana objektifnya adalah untuk menggabungkan ruangan dapur dengan ruang makan, ruang makan dengan ruang keluarga, atau ketiganya kedalam sebuah bentuk ruang hidup komunal atau “ruang besar.”

Apa itu desain open floor ?

Sebuah desain open floor didalam sebuah arsitektur hunian merujuk kepada penyatuan dari dua ruangan atau lebih untuk membentuk sebuah ruangan yang lebih besar dengan membuang dinding dinding partisi.

Didalam perencanaan konstruksi open floor, tiang tiang kokoh (ketimbang dinding penyangga interior) menopang bobot dari lantai diatasnya. Secara estetika, sebuah perasaan akan keterbukaan dan arus trafik yang lebih lega dapat diciptakan oleh sebuah desain open floor.

Konfigurasi open floor

Sebuah rancangan open floor tidak berarti bahwa semua ruangan terhubung, tidak pula berarti bahwa tidak ada pembatas sama sekali antara ruangan satu dengan yang lainnya. Rancangan open floor hanya diterapkan pada area area tertentu. Kecuali ruangan dengan kamar mandi, ruang rias, kamar tidur dan kantor rumahan. Seringkali, desain open floor menggunakan kombinasi antara dapur, ruang makan dan ruang keluarga.

Dapur dengan ruang makan : seringkali sebuah dapur dan area makan saling berbagi ruangan. Kadang sebuah kitchen island atau peninsula berperan sebagai sebuah garis visual yang membagi kedua area tersebut.

Ruang makan dan ruang keluarga : sebuah area makan dan ruangan keluarga berbagi satu ruangan yang sama. Sebuah visual yang memisahkan mereka bisa jadi sebuah bentuk set kecil dari tangga, dua warna cat yang berbeda, tangga yang menuju ke area yang menurun atau sebuah gagang rel.

Dapur/ruang makan/ruang keluarga : Ketiga area ini dapat saling terhubung didalam sebuah ruangan yang sangat besar, seringkali dengan langit langit plafon yang berbentuk busur.

Sejarah desain open floor

Rancangan open floor relatif merupakan konsep baru didalam desain rumah hunian.

Sebelum perang dunia ke 2, kebanyakan rumah hunian menggunakan sebuah desain perencanaan yang sangat mendasar yang lorong utamanya berfungsi sebagai sebuah arteri yang menyediakan akses ke ruangan ruangan lainnya yang spesifik fungsinya. Dalam desain seperti ini, ruangan dapur biasanya diletakkan di area belakang rumah, karena dipandang sebagai sebuah area pelayan dan tidak dipakai untuk bersosialisasi sama sekali. Sebuah pintu belakang dapur memungkinkan pengantaran makanan atau sebagai pintu masuk bagi para pembantu. Sampai tahun 190an, hiburan adalah sesuatu hal formal yang diadakan diruangan lainnya – dilayani oleh sebuah dapur yang tidak boleh dimasuki oleh para tamu.

Bahkan pada saat sekarang, walaupun bibit masa depan desain open floor disebarkan oleh para arsitek seperti Frank Lloyd Wright, yang memulai karir desainnya merancang rumah rumah dengan ruangan keluarga besar yang menggabungkan area makan bersama ruang ruang beraktivitas lainnya, seringkali dipisahkan dan disatukan oleh sebuah perapian terbuka. Saat ini, dapur masih dipisahkan, karena masih dianggap sebagai sebuah ruang kerja.

Desain open floor sejati mulai dipakai setelah perang berakhir, dimana formalitas memberi jalan kepada sikap kasual yang dimandatkan oleh ratusan ribu keluarga muda bersama anak anak mereka. Sebuah desain open floor, kini mulai menyertakan ruang dapur, menawarkan fleksibilitas desain untuk mengkonfigurasi ulang ruangan selagi keluarga bertumbuh, dan memungkinkan untuk tetap menjaga anak anak ketika mempersiapkan makan malam dan disaat bersih bersih.

Perubahan lainnya juga membuat desain open floor menjadi lebih praktis. Untuk mengakomodasi tingkat populasi yang lebih tinggi, semakin banyak rumah yang diringkas menjadi jenis ruangan yang sama, terutama dikawasan hunian urban. Ukuran rumah menjadi lebih kecil namun disaat yang sama keluarga didalamnya bertambah banyak, yang artinya ruang menjadi mahal. Rumah tidak lagi mempunyai kemewahan seperti perpustakaan atau ruang belajar ; malah, anak anak harus mengerjakan PR mereka di meja makan. Dapat tetap memperhatikan semua anggota keluarga pada satu area memiliki manfaat uniknya tersendiri.

Inovasi metode dan bahan kontruksi bangunan juga membuat rancangan open floor menjadi lebih praktis. Tiang struktur dari baja, sistem pemanasan sentral, dinding gipsum, dan konstruksi batako, dan inovasi inovasi ini mengartikan bahwa kini lebih mudah untuk membangun ruangan yang berdimensi lebih panjang untuk pemanas udara yang lebih efisien.

Era 1950an adalah saat dimana rancangan open floor mulai tampil regular, dan desain interior ini dianggap spesial sebagai desain modern. Hari ini, salah satu ciri khas gaya dekorasi “abad pertengahan ( midcentury ) modern” adalah sebuah rumah dengan versi awal awal dari sebuah perencanaan open floor, seringkali dilengkapi dengan sebuah perapian yang terbuka disemua sisi sisinya. Dalam konsep desain open floor, pusat dari kegiatan memasak diruang dapur kini menjadi pusat dari aktivitas sosial.

Pada tahun 1990an, desain open floor hampir menjadi dasar untuk sebuah bangunan baru, terutama di lingkungan suburban, dan trend itu pun masih berlaku hari ini, dimana penggunaan kata “open floor,” open konsep,” atau “ruang besar” menambahkan nilai nilai real estate kepada sebuah rumah hunian.

Andrew Cogar, presiden dari firma arsitektural Historical Concepts di Atlanta, yang digaris bawahi berikut ini adalah ada beberapa tantangan yang muncul dengan denah tata letak yang populer ini: “Perlahan tapi pasti. Pemikirannya adalah sebuah desain terbuka dan informal akan menciptakan rasa lega, namun orang orang akan menyadari kalau hal ini juga mengartikan bahwa segala sesuatunya harus tertata dengan rapi atau rumah akan terasa kacau seketika. Ruangan tertutup memungkinkan kalian untuk menyingkirkan beberapa gangguan visual tersebut. Mungkin terdengar berlawanan dengan intuisi, namun orang orang mulai kembali kepada desain ruangan ruangan terpisah sebagai cara untuk menyederhanakan gaya hidup harian mereka.”

Namun tetap saja, bagi kebanyakan pemilik rumah, desain open floor dibandrol tinggi ketika mereka membeli sebuah rumah baru, dan membuat sebuah rancangan open floor adalah alasan utama kenapa orang orang mengambil proyek pemodelan ulang interior. Open floor memungkinkan aktivitas individual dan kebersamaan sosial untuk menjadi satu : anggota keluarga dapat melakukan kegiatan mereka sendiri sendiri, namun tetap dapat berkomunikasi dengan anggota keluarga lainnya. Dan untuk ruang hiburan, dapur, tempat makan dan ruang keluarga bergabung menjadi satu didalam sebuah ruangan yang besar.

Kelebihan Desain Open Floor

Arus trafik yang lebih baik. Tanpa pintu pintu yang harus dibuka dan ditutup dan tidak ada dinding dinding yang menghambat arus, orang orang dapat bergerak melewati ruangan tanpa terhalang.

Meningkatkan kemampuan sosial dan komunikasi. Tanpa dinding dinding pembatas, kalian dimungkinkan untuk berbicara satu dengan lainnya diseluruh ruangan.

Berbagi pencahayaan. Ruangan interior yang awalnya tidak mendapatkan cahaya matahari dari luar jendela kini dapat diterangi secara alami.

Meningkatkan nilai real estate. Hampir dengan seketika, sebuah desain open floor akan sangat didambakan dan meningkatkan nilai rumah kalian dimata pembeli potensial.

Lebih mudah mengawasi anak anak. Para orang tua yang sedang memasak di dapur atau menyiapkan makan malam bisa dengan mudah mengawasi anak anak mereka di ruang keluarga.

Tata letak yang fleksibel. Tanpa dinding partisi, sangat mudah untuk menata ulang perabotan furniture dan dekorasi kalian menjadi denah yang berbeda beda.

Ruangan dapat menjadi multifungsi. Dengan rancangan open floor, ruang dapat dimanfaatkan sebagai ruang keluarga, surang rekreasi, sebuah kantor rumahan atau sebuah ruang hiburan tergantung kebutuhan kalian saat ini.

Kekurangan Desain Open Floor

Biaya pemanas dan pendingin ruangan yang tinggi. Ruangan yang besar dengan langit langit yang tinggi seringkali boros energi, terutama ketika dinding luar dilengkapi dengan jendela besar, seringkalinya begitu. Sementara denah interior tradisional memungkinkan kalian untuk memanaskan atau mendinginkan ruangan tertentu saja, dengan rancangan open floor, keseluruhan ruangan harus dipanaskan atau didinginkan bersama.

Biaya konstruksi yang lebih besar. Tanpa dinding dinding partisi, konsep ruangan terbuka bergantung pada tiang tiang baja atau laminasi untuk menyokong bangunan. Ini cukup mahal untuk dipasang.

Kontrol suara yang lemah. Tanpa dinding dinding partisi sebagai penghalang suara, rumah dengan konsep terbuka bisa menjadi sangat berisik.

Ruangan gampang terlihat berantakan. Salah satu keuntungan desain tata letak tradisional adalah mereka menggunakan perabotan furniture dan aksesoris dekorasi untuk membatasi ruangan tertentu.

Kurang privasi. Desain open floor sangat bagus untuk aktivitas sosial, namun sebaliknya ini akan membuat penghuninya sulit untuk menemukan ruang untuk mereka membaca atau belajar.

WRITE COMMENTS

Demo Features